Photobucket

Sebenernya sih mau nulis artikel EDISI KHUSUS untuk blog ini saat admin blog sedang merayakan HUT nya ke-16, 10 juni lalu, tapi semua itu terhalang dengan sibuk ini-itu. Tapi ga apalah, yang penting sekarang bisa rilis Artikel Edisi Khusus Fajarindra.info. Pada Edisi Khusus ini, saya menulis Topik tentang Final Piala Dunia 2010 yang sedang ramai-ramainya dibicarakan semua kalangan.

Stadion Soccer City yang familiar dengan Timnas Spanyol

Pesta dimulai dengan Closing Ceremony di Soccer City, Johannseburg. Pesta yang dihadiri lebih dari 100 ribu penonton di Stadion Soccer City itu tampak meriah sekali dengan diundangnya “Shakira” yang menyanyikan lagu Piala Dunia 2010 “Waka-waka” dan artis-artis dunia lainnya. Lalu Pesta ditutup dengan kemenangan Spanyol atas Belanda, yang menyuguhkan atraksi kembang api merah-kuning (khas spanyol) seusai spanyol menekuk belanda 1- 0.

 

Photobucket

 

Analisa Pribadi ku tentang Jalannya laga Final Piala Dunia 2010..

“Tsamena-mena..e..e.. Waka-waka e e.. Tsamena-mena..Tsamena-mena.. it’s time for ESPAÑA”.. itulah syair yang pantas untuk merayakan kemenangan Spanyol atas Belanda dini hari tadi. Spanyol membuka peluang juara dunia setelah Gelandang FC Barcelona, Andreas Iniesta berhasil merobek gawang Belanda yang di jaga oleh Penjaga Gawang asal Ajax Amsterdam, Marteen Stekelenburg, pada menit ke 116 di Soccer City Stadium, Johannesburg, Afrika Selatan, Senin (12/7) dinihari WIB. Dan hasilnya, Spanyol menang dengan skor tipis 1 – 0.

Photobucket

Pada saat itu, Iniesta meluncurkan tendangan Voli yang akurat hasil umpan Cesc Fabregas. Pada laga yang dipimpin oleh Wasit asal Inggris, Howard Webb, Pada menit ke-5, Spanyol menciptakan peluang emas melalui Sergio Ramos. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Xavi tepat ke tengah gawang, yang dengan sigap mampu digagalkan kiper Maarten Stekelenburg. Berusaha membalas, Dirk Kuyt menendang dari luar kotak pinalti yang sayangnya masih digagalkan kipper Iker Casillas. Pada pertandingan ini, berjalan sangat seru dan keras. Tercatat dengan 9 kartu kuning dan satu kartu merah untuk Belanda. Sementara Spanyol menerima 5 kartu kuning. Di menit ke 110, Bek Belanda, John Heitinga yang masih punya keturunan orang Indonesia, Di Kartu Merah oleh Wasit. Lalu pertandingan terpaksa harus menjurus ke Extra time. Pada babak pertama Extra Time, skor masih tetap 0-0. Lalu pada menit 106, Striker tim Matador, David Villa digantikan oleh Fernando “El-Nino” Torres. Pada pertandingan ini, berjalan sangat seru dan keras. Tercatat dengan 9 kartukuning dan satu kartu merah untuk Belanda. Sementara Spanyol menerima 5 kartu kuning. Meski begitu, Belanda masih berusaha memberi perlawanan. Sayang, belum menciptakan ancaman berarti, mereka malah kecolongan gol Iniesta pada menit ke-116. Memanfaatkan umpan terobosan Cesc Fabregas, Iniesta melakukan tendangan voly yang dengan indah masuk ke dalam gawan setelah sempat menyentuh kaki Stekelenburg. Dengan sekitar lima menit tersisa, Belanda pun coba bergesa mencetak gol, namun Spanyol mampu mengamankan bola dan akhirnya memenangkan laga final dengan skor 1-0.

Photobucket

 

Kini Pelatih Vicente Del Bosque berhasil membawa La Via Roja meraih Gelar Piala Dunia pertama bagi Negaranya. Gelar Juara Dunia melengkapi gelar Juara Eropa yang Spanyol raih dua tahun lalu di Euro 2008. Sementara bagi Belanda ini menandai ketiga kalinya mereka tampil di final Piala Dunia dan lagi-lagi kembali gagal menjadi Juara Dunia. Spanyol pun tampil sebagai Juara Dunia untuk pertama kalinya.

Photobucket

Photobucket

Susunan pemain Pada Laga Belanda vs Spanyol:

Belanda: Maarten Stekelenburg; Gregory van der Wiel, John Heitinga, Joris Mathijsen, Giovanni van Bronckhorst (Edson Braafheid 104); Dirk Kuyt (Eljero Elia 70), Mark van Bommel, Wesley Sneijder, Nigel de Jong (Rafael Van der Vaart 98), Arjen Robben; Robin van Persie

Spanyol: Iker Casillas; Sergio Ramos, Gerard Pique, Carles Puyol, Joan Capdevila; Xabi Alonso (Cesc Fabregas), Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets; Pedro (Jesus Navas 60), David Villa (Fernando Torres 106)

Jabulani Gold Version

Ada keunikan tersendiri pada laga final Piala Dunia 2010. Yaitu pada bola JABULANI yang sempat membawa kutukan bagi tim-tim unggulan waktu lalu. Bola yang namanya bermakna “Gembira” ini tampil beda disaat final Piala Dunia 2010 kemarin. Desain Hijau-Merah Gelap di gambar segitiga yang biasanya tampil saat laga penyisihan grup sampai semifinal, kemarin pada laga final tampil dengan desain warna kuning emas pada gambar segitiga nya. Tapi, tradisi perubahan warna desain sudah menjadi tradisi piala dunia sejak Piala Dunia 2006 lalu.

Photobucket

Ramalan Si Paul, Seekor Gurita Peramal

Seekor Gurita Peramal yang kini sedang tenar seperti para artis dunia, telah berhasil membuktikan kejeliannya dalam hal meramal pertandingan sepak bola. Hampir semua ramalan Si Gurita yang berhabitat di Jerman itu 100% benar. Paul berhasil meramal pertandingan besar Jerman di PD 2010: Jerman vs Australia, Jerman vs Inggris, jerman vs Argentina, Paul memilih Jerman, dan hasilnya Jerman pun keluar sebagai pemenang. Lalu Paul juga meramal Semifinal PD 2010 Jerman vs Spanyol, Paul malah memilih Spanyol dalam laga tsb. Dan akhirnya, Spanyol lah yang keluar sebagai pemenang. Lalu Paul meramal lagi pada saat perebutan Juara Ketiga PD 2010 antara Uruguay vs jerman, yang pada laga tsb Paul memilih Negaranya sendiri, jerman, dan Jerman pun keluar sebagai pemenang. Hal itu membuat Paul di gunakan sebagai sarana ramal-meramal. Dan pada Laga Final PD 2010 antara Belanda vs Spanyol, Paul memilih Spanyol sebagai pilihannya. Dan Apa yang terjadi?? Spanyol lah yang keluar sebagai pemenang dan meraih tropi Piala Dunia untuk pertama kalinya. Gurita berusia dua tahun ini hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk memprediksi siapa yang bakal memenangi laga antara Spanyol dan Belanda. Padahal sebelumnya, Paul butuh waktu sekitar 70 menit untuk membuat keputusan. Paul juga pernah meleset satu kali dalam ramalannya, yaitu pada saat Final Euro 2008 di Austria-Switzerland, antara Jerman vs Spanyol. Pada laga itu, Pul memilih Jerman. Tapi Nasib berkata lai. Spanyol malah menang di laga itu.

Ternyata Paul punya saingan sebagai peramal. Tapi saingannya bukan seekor gurita juga, melainkan seekor Burung parkit yang bernama “Mani” asal Singapura. Burung parkit ini dengan tepat memprediksi keempat tim yang menjadi pemenang pada babak kuartal final Piala Dunia. Mani dengan akurat meramalkan hasil pertandingan di mana Spanyol menang atas Jerman dan bertemu dengan Belanda yang mengalahkan Uruguay. Tapi Mani belum sehebat Paul. Di laga final Piala Dunia 2010, Mani lebih memilih Belanda daripada Spanyol, dan tragisnya, Spanyol malah menang atas Belanda. Dapat diambil kesimpulan, Si Paul Seekor Gurita lah yang lebih akurat meramal daripada Mani, Si Burung Parkit.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • RSS
  • Yahoo! Bookmarks

>> Baca Juga Artikel Ini <<